Peristiwa FPI, Benar atau Salah?
Perisiwa FPI di Monas Jakarta, 1 Juni lalu memang sangat disesalkan. Tapi bukan penyesalan atas insiden itu terjadi, tapi mengapa pemerintah sangat lamban merespon hal ini. Andai milis tersebut bohong, pemerintah harusnya tahu apa akibat-akibat dari penyebab pengunduran SKB Ahmadiyah, atau hal ini memang disengaja oleh pemerintah. Seharusnya pemerintah yang lebih disorot, ini adalah hukum sebab-akibat, dan pasti ada. Wajarlah bila Petinggi maupun pejabat yang benar-benar mencermati hal ini, mereka akan menyikapi bahwa pemerintah yang memang cari gara-gara. Namun bila milis ini benar, maka adanya skenario yang mana FPI mejadi korban atas skenario yang tertata rapi oleh kelompok tertentu. FPI memang keras, wajarlah. Hampir setiap kelompok atau organisasi memiliki kelompok-kelompok garis keras. Yang selama ini maju secara lantang terhadap kasus-kasus pelecehan dan yang membela Islam hanyalah FPI.
Gimana mau ga dendam tuh yang bersangkutan. Terutama kelompok-kelompok sesat “udah pasti sesat”, apalagi para misionaris yang takdirnya nyari gara-gara. Pasti akan menyangkut pautkan untuk mermutadkan orang, pasti deh. Jadi orang seperti FPI itu wajar dibutuhkan, karena polisi pun gak berani bertindak menindak orang yang bersalah. Mereka punya prosedur sendiri dalam menyikapi kasus, hal inilah yang dinilai lambat padahal masyarakat bosan menunggu. Maen tangkap saja??. Amerika aja takut ama FPI. Polisi?, pasti takut ama Amerika.
Bayangkan sekitar ratusan personil diturunkan dalam penangkapan anggota FPI di markasnya. Alhamdulillah, FPI bersifat kooperatif dengan tidak melakukan perlawanan. Ketua FPI bahkan memerintahkan anak buahnya untuk TIDAK melawan dengan ungkapan “Berani berbuat berani bertanggungjawab”. Ini baru Ksatria. Tapi, dengan pemberitaan media yang bercondong sebelah seolah-olah pelaku adalah FPI. Bagaimana dengan AKKBB? Apakah polisi menangkap FPI hanya karena opini publik dan media yang menyudutkan dan mencitrakan bahwa FPI itu selalu identik dengan kekerasan? Apa masyarakat tidak tahu kegiatan dakwah FPI selain kekerasan? Ato masyarakat hanya tahu tidak secara penuh FPI dan hanya mengikuti arus massa?
Read more





















