Mar 26
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Bedah Novel Dan Film Ayat-Ayat Cinta Versi Bajakan

bedah-buku-dan-film-kcl.jpg

Kang Abik dan kawan-kawan. Walaupun rencana saya untuk mengikutinya dibilang dadakan, tapi akhirnya juga dapet tempat. Dikarenakan salah Informasi lokasi bedah bukunya, dari kos2an temen yang di Undip Tembalang Semarang turun ke Pleburan di Masjid Diponegoro samping USM, akhirnya naik lagi di Masjid Baru (4 Tahun belum jadi sampai sekarang) Undip Tembalang. Makan waktu 1 Jam terbuang sia-sia. Byuh!!

Datang dengan terlambat, namun tetap saya beri informasi menarik tentang AAC. Memasuki masjid yang telah dihuni keramaian manusia yang terkagum-kagum dengan sebuah karya fenomenal di dunia sastra bahkan perfilman Indonesia, saya bersama seorang teman disambut oleh pemuda yang sebaya dengan saya berpakaian gagah, tampan dan berjenggot rapi memberikan infomasi tentang kehadiran Kang Abik yang baru saja rawuh.

Judul Aneh yaitu Versi Bajakan, tetapi ini merupakan keseriusan dalam menghadapi pembajakan istilah kerennya Kampanye Anti Bajakan. Dengan dibuka oleh MC dan datang seorang Moderator, dia memanggil 3 bintang tamu. Habibburrahman El Shirazy atau Kang Abik (Novelis No.1 Indo, Penulis Adikarya Fenomenal Ayat-Ayat Cita), Helvy Tiana Rosa (Penulis Terkenal), Ust. Anif Siraeba, MBQ (Penulis Buku, Motivator, Pengasuh Wisata Ruhani).

Semua orang disana mengungkapkan perasaan mereka tentang film AAC. Semua mengatakan novelnya lebih baik. Hal ini disetujui oleh Kang Abik sang penulis dan Mbak Helvy yang membantu penggarapan AAC. Kang Abik menjelaskan bahwa dengan membaca kita memiliki imajinasi yang sangat luas sehingga mempunyai karakter yang baik dipikiran kita. Merekapun juga merasa kecewa dengan hasil Film yang belum Islami 100% seperti di novel namun, Kang Abik meminta kepada kita bahwa novel Ketika Cinta Bertasbih yang akan difilmkan, tidak mengalami kegagalan syuting di Mesir seperti AAC yang gagal syuting di tanah Nabi Musa.

Bercerita tentang film, 2,5 juta manusia yang bertempat tinggal di Indonesia menonton film ini, dan merupakan rekor dunia perfilman Indonesia yang mengalahkan rekor film Ada Apa Dengan Cinta. Sebuah gambaran Full Dakwah yang sangat diminati. Film ini tidak bersembarang modal investasi yang berjumlah 30 Milyar, Dien Syamsyudin (Ketua MUI) tercatat satu dari sebagian pejabat yang menyodorkan dana. Membagi pengalaman tentang pengecekan pembuatan naskah skenario yang dibuat oleh penulis naskah film dan sutradara. Banyak pembagian dari setting yang dirasa ngawur, contoh saja Kang Abik mencoret adanya setting yang menggambarkan Kambing dan Ayam di skenario pertama. Lantas Kang Abik pun berkomentar kepada pembuat naskah Film, “Ini Mesir bukan Indonesia. Menurut saya sendiri, Kairo itu Kota Metropolitan menandingi Jakarta, namun di Film digambarkan sangat tradisional. Dan masih banyak hal canggung lainnya.

Novelnya sendiri mempunyai kedetilan setting yang tak dimiliki novel-novel lainnya, wawasan keislaman yang luas, dan konflik yang unik, menjadikan novel ini begitu berbeda. Mbak Helvy pun mengagumi tokoh Maria yang mempunyai karakter berbeda dengan tokoh wanita di novel lainnya. Mbak Helvy pun juga berkomentar walaupun penokohan Fahri yang terlalu sempurna, namun dia melihat kekecewaan tokoh Fahri dalam film yang jauh dari Fahri dalam Novel sambil berkomentar sedih, “Fahri kayaknya gak gini dech!!”. Walaupun begitu, Mbak Helvy begitu terharu melihat berjuta-juta orang melihat film ini. Sambil menangis, “Gelombang orang yang sangat banyak, 20 tahun lamanya mereka dulu tak pernah datang ke Bioskop, kini hadir kembali”. Kini, Bioskop yang mengalami mati suri di Indonesia dapat hidup dengan AAC. Lihatlah bioskop sangat ramai oleh mereka yang ingin melihat film berdakwah. Tontonlah film berdakwah lainnya yang akan dibuat, agar para sutradara memandang Islam bukan sekedarnya. Bioskop dipenuhi film-film dakwah? Subhanallah.

Di laen hal, Kang Abik dan Mbak Helvy dalam memberikan saran kepada calon penulis mengungkapkan jangan menjual tulisan. Tapi jualah Visi dan Misi dari tulisan anda. Lihatlah Visi dan Misi Ayat-Ayat Cinta yang bisa dikatakan sukses. Namun Bila dibandingkan dengan Visi dan Misi film laennya yang berorentasi Bisnis seperti film Horror yang sangat banyak di Indonesia namun tetap tidak bisa berpretasi di dunia perfilman. Berikut Tips agar senang menulis versi Mbak Helvy Tiana Rossa,

  • Senang Membaca
  • Cintai Bahasa
  • Budayakan Tutur Bahasa Yang Baik Bahkan Indah
  • Melatih Berdeskripsi dan Imajinasi Yang Baik
  • Pengalaman Menulis Mempengaruhi Tentan Karya
  • Mulailah Dengan Tiga Hal Yaitu Menulis, Menulis, dan Menulis

Author: alamovic

Tidak ada Komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan komentar