Inget pesen Ustadz dulu waktu SMA, “Jangan jadi orang minimalis!”
“Dan ikutilah yang paling baik dari apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu…”
(Q.S 39 Surat Az Zumar(Rombongan) Ayat 55)
Dalam diri seorang sebenarnya telah dikaruniai oleh Tuhan sebuah jiwa, di mana dengan jiwa tersebut, tiap orang bebas memilih sikap. Bereaksi positif atau negatif, bereaksi benar atau salah, bereaksi berhenti atau melanjutkan, bereaksi marah atau sabar, bereaksi reaktif atau proaktif, bereaksi baik atau buruk. Andalah sebenarnya penanggung jawab penuh dari reaksi diri anda, sikap anda, dan keputusan anda.
Andalah yang memiliki suatu kebebasan untuk memiliki pilihan reaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi atas diri kita. Andalah penanggungjawab utama atas sikap anda, bukan pada lingkungan anda. Di sanalah bersemayam kepedihan, atau kebahagiaan. Andalah sang penentu.
Al Qur’an mengajak kita untuk menjadi sebaik-baiknya manusia atas apa yang Allah fitrahkan. Menjadi manusia yang pandai memaksimalkan apapun yang ada dihadapnnya. Kembali kepada suara hati atau suara Tuhan yang terekam di dalam jiwa manusia.
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan mantap kepada agama, menurut fitrah Allah yang telah menciptakan fitrah itu kepada manusia. Tiada dapat diubah (hukum-hukum) ciptaan Allah. Itulah agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.”
(Q.S. 30 Surat Ruum (Bangsa Romawi) Ayat 30)
Kalau di dalam buku ini ada Rukun Iman dan Rukun Islam,
Bukan berarti ekslusifme aliran atau agama,
Tapi keinginan untuk menyampaikan kebenaran.
Kalau di dalam buku ini ada Al Qur’an,
Itu bukan untuk golongan
Tapi untuk seluruh umat manusia
Bukan Al Qur’an untuk Islam.
Bukan dunia untuk islam.
Tapi Al Qur’an dan Islam untuk dunia.
Islam merindukan perdamaian dan kebahagiaan sejati
Bersama dengan yang lain.
Emha Ainun Nadjib
Semoga, ringkasan ini bermanfaat. Amin. ![]()
Belum ada komentar.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Tinggalkan komentar



















Tidak ada Komentar